Skip to main content

Memory

LOKASI MEMORY

Secara umum memory berlokasi di CPU, Internal dan eksternal. Untuk memory internal biasanya berada pada mainboard berbeda dengan memory eksternal yang berada di luar dimana masuk atau keluarnya data dari memory ke komputer harus melalui I/O (Input/Output).

KAPASITAS MEMORY

Ukuran memory berdasarkan ukuran yang paling umum atau yang disebut dengan word size, dimana semakin besar word size maka semakin besar kapasitasnya yang berdasarkan dengan desainnya atau bisa dikatakan bahwa memory tidak akan berubah menurut desainnya. 

Banyaknya word yang tersedia ditentukan oleh alamatnya. Semakin besar bit alamatnya maka semakin besar kapasitasnya atau dengan kata lain semakin banyak bit alamatnya maka semakin banyak lokasi (word) yang bisa di isi.

SATUAN TRANSFER PADA MEMORY

Untuk Memory Internal lebar bit tergantung oleh lebar bus data. Dalam memory internal untuk satu kali transfer data adalah 1 (satu) word atau juga bisa dikatakan “word by word” yang tergantung dengan bus data. Kembali lagi bus data tergantung pada desain memorynya.

Sedangkan untuk Memory Eksternal jumlah bit yang di transfer jauh lebih besar dibandingkan dengan meory internal. Dalam memory eksternal transfer data dilakukan per Block. Dalam memory eksternal tidak ada proses pengolahan data, dalam memory eksternal hanya ada pemindahan data atau yang disebut dengan istilah “move” yang mengakibatkan transfer data menjadi lebih cepat.

METODE AKSES PADA MEMORY

Dalam meory ada yang namanya metode akses yang menjelaskan cara akses data dari memory. Metode akses yang pertama yaitu metode akses dengan Sekuensial yang merupakan metode akses yang paling awal dan juga bisa dikatakan metode akses yang lambat karena dalam pembacaan data yang tersimpan dalam memory dilakukan secara berurutan yaitu dari awal memory tersebut di tulis hingga akhir data yang tertulis dalam memory. Contoh metode secara sekuensial yaitu magnetic tape. Untuk mencari data dalam memory yang memiliki metode sekuensial harus dilakukan dengan membaca keseluruhan data yaitu dari awal hingga data yang diinginkan di dapatkan yang mengakibatkan pemakai mengalami kesulitan jika data yang mereka cari berada di bagian dalam memory ini.

Setelah tipe memory yang mempunyai metode sekuensial, kemudian dikembangkan memory dengan tipe Direct. Memory dengan metode direct memeang secara garis besar tidak jauh berbeda dengan memory dengan metode sekuensial. Namun memory dengan metode direct adalah pengembangan dari metode sekuensial, dimana dalam memory dengan tipe direct masih ada unsur membaca dari awal sampai akhir. Bedanya di sini dalam memory dengan metode direct pencarian data dapat dilakukan dengan melakukan lompatan kebagian (block) yang dicari atau yang diperlukan. Dalam memory dengan metode direct tiap individu block memiliki address yang unik. Akses dalam memory mencapai kisaran umum (vicinity) yang di tambah pencarian sekuensial. Dalam memory ini data akan di simpan pada block sector, dimana seetiap sector di bagi manjadi beberapa block. Waktu akses untuk memory ini tergantung pada lokasi data.

Di sisi lain terdapat metode akses yang disebut dengan istilah “random”. Dalam metode akses random adres individu mengidentifikasi lokasi dengan tepat ayng tidak lagi menggunakan sekuensial. Untuk waktu akses tidak tergantung dari lokasi atau akses sebelumnya. Contoh dari metode random yaitu RAM.

Metode akses yang terakhir yaitu metode akses dengan Sassociative dimana akses lokasi data ditentukan dengan membandingkan porsi isi (conten) terhadap penyimpanan yang mempunyai perbedaan dengan metode akses secara random yang tergantung pada alamat atau lokasi. Untuk waktu akses tidak tergantung dari lokasi atau akses sebelumnya. Contoh dari metode akses dengan sassociative yaitu cache.

KINERJA MEMORY

Dalam kinerja suatu memory ada yang disebut dengan access time yaitu merupakan waktu yang di berikan ke memory samapai pada saat data itu di simpan atau digunakan. Dalam access time semakin lama waktu dari akses data maka semakin lambat kinerja yang dihasilkan.

Kemudian dalam kinerja kolputer ada juga istilah Memory Cycle Time yaitu waktu yang dibutuhkan memory untuk melakukan “recover” sebelum next akses, bisa diartikan bahwa memory cycle time ini adalah waktu untuk istirahat sebuah memory yang diakibatkan karena pada saat memory ini di baca atau di tulisi keadaan memory menjadi goyah, sehingga membutuhkan waktu untuk istirahat. Dalam Memory Cucle Time ada istilah transfer rate yang berarti kecepatan transfer data dari memory atau ke dalam memory.

TIPE FISIK SEBUAH MEMORY

Dalam tipe fisik sebuah memory ada yang disebut dengan semikonduktor, magnetic dan optical. Dari ketiga tipe tersebut memiliki perbedaan yang sangat terlihat jelas. Pada tipe fisik memory semikonduktor memory dapat bersifat konduktor dan juga dapat bersifat isolator yang bisa di desain kapan menjadi konduktor dan kapan menjadi isolator. Contoh dari tipe fisik memory semikonduktor adalah RAM.

Tipe fisik kedua yaitu magnetic memiliki perbedaan yang terlihat jelas, disini menggunakan media medan magnet. Dalam penghapusan data dalam memory tipe magnetic menggunakan medan magnet yang kuat dalam penghapusannya, yang mengakibatkan data yang tersimpan dapat dihilangkan.

Dan kalau tipe fisik memory optical dalam pengisian dan pembacaan suatu data dalam memory menggunakan sinar. Contoh dari tipe ini adalah CD&DVD.

KARAKTERISTIK FISIK MEMORY

Karakteristik fisik suatu memory dapat dilihat dari Valatiliti yaitu sifat memory berdasarkan dari ada tidaknya daya listrik. Kemudian dapat dilihat dari Erasable yang artinya karakteristik memory berdasarkan dapat atau tidaknya memory tersebut dihapus. Dan karakteristik yang terakhir yaitu berdasarkan Power Comsumption atau karakteristik berdasarkan konsumsi daya dari sebuah memory.

ORGANISASI SEBUAH MEMORY

Dalam sebuah memory terdapat sebuah pengaturan yang secara fisik dari bit ke word disini dapat dicontohkan memory dengan organisasi memory ATA dan SATA. Organisasi sebuah memory tidak selalu Nampak nyata (dari parallel ke seri ataupun sebaliknya).

INTI RANCANGAN MEMORY

Dalam sebuah memory selalu merancang seberapa besar kapasitasnya, seberapa cepat kecepatan aksesnya, dan seberapa mahal harga fisiknya. Dapat diberikan sebuah spectrum hubungan dari ketiganya, yaitu sebagai berikut:
  • Semakin kecil waktu akses maka semakin besar harga per bitnya
  • Semakin besar kapasitas memorynya maka semakin kecil harga perbitnya
  • Semakin besar kapasitas memorynya maka semakin cepat waktu aksesnya.

Artikel Terkait:

Mohon untuk membaca Kebijakan Privasi sebelum mengambil data dari blog ini atau sebelum berkomentar.

Comments