Skip to main content

Error Detection Dengan Cyclic Redudancy Check32

Dalam postingan kali ini, sebelum kita membahas tentang Error Detection Dengan Menggunakan CRC32 saya akan membahas tentang pengertian daripada Error Detectioan itu sendiri. Berikut pengertian yang dapat saya rangkum dalam postingan ini.
Error detection umumnya berupa penanganan error transmisi yang dilakukan pada data link layer. Dalam hal ini error control dapat pula dilakukan pada layer lain (physical/higher layer). Error yang terjadi dapat diperbaiki dan di detekdi dengan menggunakan data redundant/tambahan pada setiap pengiriman data. 
Berikut jenis daripada error detection yang dilakukan:
  • Single bit error adalah jenis error detection dimana di dalam pengecekan hanya terdapat satu buah bit yang berubah. Bit yang berubah ini biasanya disebabkan oleh white nois. White Noise secara sederhana hanya berarti suatu data yang acak (random) yang tidak berisi arti (maksud) apapun.
  • Burst error adalah sederetan bit-bit yang mengalami error. Burst error disebabkan oleh impulse nois. Impulse noise adalah suatu derau sesaat yang berbentuk pulsa-pulsa sempit jadi hanya terjadi pada waktu yang singkat akan tetapi biasanya dengan amplitudo yang cukup besar. Untuk suatu pembicaraan, impulse noise ini tidak berpengaruh apa-apa, oleh karena itu jika membicarakan komunikasi suara, hal ini tidak begitu diperhatikan. Akan tetapi impulse noise ini akan dapat membuat cacat sinyal yang diterima sehingga informasi yang dibawa dapat berubah artinya.
  •  Makin tinggi data rate, maka makin besar efeknya.
CRC atau Cyclic Redundancy Check adalah algoritma untuk memastikan integritas data dan mengecek kesalahan pada data yang akan ditransmisikan atau disimpan. data yang hendak ditransmisikan atau disimpan ke media penyimpanan yang rentan sekali mengalami kesalahan. CRC bekerja secara sederhana, yakni dengan menggunakan perhitungan matematika terhadap bilangan yang dibuat berdasarkan total bit yang hendak ditransmisikan atau yang hendak disimpan.
Pengertian lain mengatakan bahwa Cyclic Redundancy  Check  (CRC)  adalah  salah  satu  fungsi  hash  yang dikembangkan  untuk  mendeteksi  kerusakan  data  dalam  proses  transmisi  ataupun  penyimpanan.  CRC menghasilkan suatu checksum yaitu suatu nilai dihasilkan dari fungsi hash-nya, dimana nilai  inilah yang nantinya  digunakan  untuk  mendeteksi  error  pada  transmisi  ataupun  penyimpanan  data.
Dalam transmisi jaringan, khususnya dalam jaringan berbasis teknologi Ethernet, checksum dihitung terhadap setiap frame yang hendak ditransmisikan dan ditambahkan ke dalam frame tersebut sebagai informasi dalam header atau trailer. Penerima frame tersebut akan menghitung kembali apakah frame yang ia terima benar-benar tanpa kerusakan dengan membandingkan nilai frame yang dihitung dengan nilai frame yang terdapat dalam header frame.
CRC32 adalah perangkat lunak yang dirancang mampu mendeteksi apakah suatu file mengalami perubahan atau kerusakan berdasarkan nilai checksum dan nilai CRC dari file tersebut. Perangkat lunak ini memiliki kelemahan dalam hal proses pendeteksian kerusakan file, dimana perangkat lunak tidak dapat mendeteksi lebih dari satu file sekaligus dalam satu proses pendeteksian.
Nilai  CRC dihitung dan digabungkan sebelum dilakukan  transmisi data atau penyimpanan, dan kemudian penerima akan melakukan  verifikasi  apakah  data  yang  diterima  tidak mengalami  perubahan  ataupun  kerusakan. CRC32  32  juga  melambangkan  panjang  checksum  dalam  bit. 
Bentuk  CRC  yang  disediakan  untuk algoritma  sesuai  dengan  ide  pembagian  ”polynomial”. Dan  hal  ini  digunakan  untuk memperhitungkan checksum  yang  sama  dari  seluruh  algoritma CRC. Algoritma CRC  adalah  cara yang  bagus  dan  teruji untuk  pengecekan  byte  dalam  jumlah  besar  dari  suatu  file  yang  telah  termodifikasi  maupun  tidak.
Algoritma  ini mencari  lewat seluruh  jumlah byte dan menghasilkan angka 32 bit untuk menggambarkan isi  file. Dan sangat kecil sekali kemungkinan dua stream dari byte yang berbeda mempunyai CRC yang sama. Algoritma CRC32  dapat  diandalkan  juga  untuk mengecek  error  yang  terjadi  dalam  urutan  byte. Dengan CRC32 kemungkinan perubahan  standar  (penyimpangan dari penghitungan CRC  terhadap  file) yang  terjadi  dapat  dikendalikan.   
Perkembangan  teknologi  dan  informasi  membawa  perubahan  besar dalam  penggunaan  metode  Checksum  CRC32.  Banyak  bermunculan  software-software  jahat /Malware  dan  juga  perkembangan  virus  computer  yang  semakin  canggih  membuat  metode Checksum CRC32  lantas digunakan untuk mengetahui mendeteksi  virus dengan  acuan  nilai  crc32-nya. Nilai crc32 adalah nilai yang didapat dari besar file dan nama file yang dibandingkan dengan tabel crc32 yang sudah ada acuannya.
Menurut Yasri Azwar Siregar (2008) pada tugas akhir yang berjudul “Penerapan Fungsi Hashing Crc32 Pada Program Antivirus Menggunakan Visual Basic 6.0” mengatakan karena kecil sekali kemungkinan dua buah file yang berbeda mempunyai nilai checksum CRC (Cyclic Redundancy Check) 32 yang sama, maka algoritma ini dapat dipakai sebagai algoritma scanning pada program antivirus. Menggunakan metode CRC32 lebih efektif jika dibandingkan dengan algoritma metode scan MD5 yang selama ini banyak dipakai oleh pembuat antivirus, hal ini disebabkan algoritma MD (Message-Digest algorithm) 5 menghasilkan message digest yang panjangnya 128 bit, sedangkan CRC32 hanya mengambil 32 bit, ini akan memperlambat proses scanning dan akan memperbesar pemakaian media penyimpanan. Selain itu metode scan dengan CRC32 dianggap lebih akurat dalam mengenali virus dibandingkan dengan metode monitoring (metode heuristic). Program antivirus ini dapat melakukan penambahan jumlah database virus (update) tanpa harus meminta kepada komputer server yang terdapat pada produsen antivirus. Hal ini akan sangat membantu user yang tidak memiliki hubungan Internet.
Untuk mendapatkan data lengkapnya download disini 
Masukkan Password : click-gen.blogspot.com

Artikel Terkait:

Mohon untuk membaca Kebijakan Privasi sebelum mengambil data dari blog ini atau sebelum berkomentar.

Comments

Post a Comment

Tolong berkomentar yang baik dan sopan