Skip to main content

Berkenalan dengan CodeIgniter

Di dalam perkembangan teknologi di dalam pembuatan website, banyak framework yang dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan dalam hal mempermudah pembuatan dan keamanan. Salah satu framework yang banyak digunakan saat ini yaitu CodeIgniter.

CodeIgniter dikembangkan dengan konsep MVC (Model, View, Controller). Dengan konsep tersebut, coding yang dihasilkan akan memiliki struktur yang lebih baik. CodeIgniter berbasiskan PHP yang merupakan bahasa pemrograman yang sering dipakai dalam pembuatan website.

Anda akan dihadapkan dengan struktur class dan function yang membuat coding yang anda miliki lebih terstruktur dan rapi. Namun jika anda baru menganal CodeIgniter mungkin anda akan bingung karna folder dan file yang begitu banyak. Namun jangan kawatir, anda tidak perlu memahami semua file dan folder yang ada, cukup pahami beberapa file dan folder saja.

Di dalam artikel ini, saya akan menjelaskan tentang beberapa file dan folder yang sering digunakan dalam pembuatan website. Namun sebelumnya kita pahami dulu konsep MVC dalam CodeIgniter.

MVC pada CodeIgniter
MVC merupakan sebuah konsep atau metode dengan memisahkan komponen aplikasi ke dalam tiga bagian yang meliputi bagian pemrosesan data (model), bagian tampilan (view), dan bagian pengontrol di dalam aplikasi (controller). Sebuah controller akan mengatur proses penampilan tampilan dan pemrosesan data. Semua aktivitas akan di kontrol melalui controller sebelum bisa menampilkan view atau memproses data. Dengan adanya MVC ini, coding yang di buat akan lebih rapi dan memiliki kelompok berdasarkan jenisnya.

Setelah memahami konsep MVC, selanjutnya anda diharapkan memahami beberapa file dan folder yang akan sering digunakan.

File dan Folder dalam CodeIgniter yang Perlu Diketahui dan Sering Digunakan
File lengkap dari framework CodeIgniter dapat di download secara gratis di https://codeigniter.com, sampai saat ini framework ini telah sampai di versi 3.1.3. Setelah anda men-download framework CodeIgniter selanjutnya anda harus mengekstrak file hasil download tersebut. Kurang lebih hasil ekstraknya akan tampak seperti gambar berikut:



Dari gambar di atas terdapat tiga folder dan beberapa file, anda cukup berfokus pada folder application saja, untuk folder user_guider bisa dihapus karena pada folder ini berisikan petunjuk-petunjuk penggunaan framework CodeIgniter.

Selanjutnya buka folder application, pada folder ini terdapat beberapa folder dan beberapa file. Jangan bingung anda hanya perlu fokus pada folder yang ditandai dengan kotak merah.


Pada kasus sederhana anda akan melakukan konfigurasi dan melibatkan empat folder yaitu folder config, controllers, models, dan view. Berikut penjelasan sederhana terkait keempat folder tersebut.
  1. Folder Config berisikan file yang digunakan untuk melakukan konfigurasi website seperti autoload, config, database, routes dan lain sebagainya. 
  2. Folder Controllers berisikan file yang digunakan untuk mengontrol proses yang ada di dalam website. Pada folder ini anda dapat membuat file controller sesuai dengan kebutuhan yang ada. Dalam pembuatan nama controller hendaknya diawali dengan huruf besar.
  3. Folder Models berisikan file yang digunakan untuk melakukan pemrosesan data. Sama halnya dengan controller, anda dapat membuat file sesuai kebutuhan anda.
  4. Folder Views berisikan file yang nantinya digunakan untuk menyajikan hasil pemrosesan dan lain sebagainya. Intinya sebagian besar atau semua koding yang berkaitan dengan tampilan akan diletakkan pada folder ini.

Namun untuk beberapa kasus anda akan melibatkan folder helper, hooks, libraries, dan third_party, tapi jangan kawatir ada banyak sumber yang dapat anda gunakan untuk mempelajari kegunaan dari setiap folder tadi. 

Sekian pengenalan singkat terkait framework CodeIgniter semoga dapat membantu anda saat mempelajari framework ini. 

Artikel Terkait:

Mohon untuk membaca Kebijakan Privasi sebelum mengambil data dari blog ini atau sebelum berkomentar.

Comments